| Aliran limbah begitu pekat terlihat di sungai (kali) silandak, perbatasan Kelurahan Ngaliyan - Bambankerep, Jumat (11/2/2022) sore. (Dok. kabarku.net) |
Warga Rt.7 / Rw.2 Kelurahan Ngaliyan, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah terganggu dengan kedatangan air limbah. Informasi tersebut viral dan diterima tim kabarku.net. Dalam video viral itu terungkap air sungai yang berwarna biru kehijauan diduga berasal dari kawasan industri.
VIDEO yang diterima kabarku.net pada Sabtu (12/2/2022) siang, menurut informasi telah terekam oleh ketua rw.2 beserta warga rt.7. Salah satu warga menyaksikan hal itu, bahwa kejadian buangan air limbah tersebut sering terjadi.
Namun warna pekat, menurut salah satu warga yang tinggal tepat pinggir sungai tersebut, hanya terjadi baru sekali ini, pada jumat (11/2/2022) sore. Saat itu juga kabarku.net mencoba menghubungi pihak dinas terkait. Dan berencana menurunkan tim bidang dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang.
BACA BERITANYA : KLIK 》》
Terganggu Air Limbah Industri
Sutarno (57), warga Rt.7/Rw.2, Kelurahan Ngaliyan, Kecamatan Ngaliyan saat ditemui, mengatakan aliran limbah sering membuat ikan-ikan juga ditemukan mati tergenang di atas sungai. Parahnya, ia juga khawatir air berwarna tersebut mungkin mengandung racun.
Menurut pengakuan Sutarno, sejak 11 tahun berdomisili dilokasi pinggir sungai silandak, mengungkap ikan-ikan yang ditemukan mati saat hujan tiba dari arah atas. Tidak hanya itu, disebut juga pernah ada limbah yang berbau menyengat, hingga ada warga yang mengalami sesak.
"Dahulu juga pernah, sempat ada pencemaran limbah berbau menyengat. Namun tidak sering. Kemungkinan limbah saat dibuang belum bersih, sehingga bau sangat menyengat muncul," ungkap Sutarno kepada kabarku.net, Sabtu (12/2) siang.
Saat ditanya mengenai izin mekanisme pembuangan limbah di sungai tersebut, Sutarno mengatakan tidak mengetahui sama sekali. Mengenai izin dan aturan pembuangan limbah perangkat setempat dan warga tidak mengetahui.
"Kami tidak tahu aturan limbah itu seperti apa. Bahkan bau menyengat seperti bau dari TPS. Kami dari warga sudah sering membahas ini dan disampaikan ke kelurahan dan kecamatan," imbuhnya.
BACA JUGA 》》
BUPATI SEMARANG, Sinergikan
BUMDes Mbangun Ekonomi Rakyat
Sutarno dan warga Rt.7 lainnya berharap kedepan air sungai kembali bersih dan tidak ada aliran limbah apapun. Karena sudah sering dilaporkan namun hingga saat ini belum direspon pihak instansi terkait.
Sekretaris Daerah Kota Semarang, Iswar Aminuddin saat di konfirmasi mengatakan akan segera meneruskan ke dinas terkait. Dan sempat menanyakan ke kabarku.net untuk wilayah pencemaran tersebut.
"Itu posisi di mana ya mas. ini sudah saya teruskan ke dinas lingkungan hidup," tandas Sekda Iswar lewat pesan tertulis Whatsapp, Sabtu (12/2/2022) siang.
Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, Bambang Suronggono melalui pesan yang sama menyampaikan sudah ada tim terjun langsung ke lokasi hulu aliran kali silandak.
"Ini sudah kami kirim tim bidang III dan tim bidang IV ke wilayah KIC (Kawasan Industri Candi) dan hulu Kali Silandak," kata Bambang kepada kabarku.net melalui pesan singkat.•••
No comments:
Post a Comment
Kolom komentar untuk menanggapi hal-hal yang positif