"KLIK" KATA-KATA YANG BERWARNA DI AWALAN BERITA AGAR TERHUBUNG DENGAN TAUTAN BERITA ONLINE ■ "KLIK" BERANDA DIBAWAH JIKA INGIN BERITA PILIHAN LAIN ● DAN "KLIK" UNTUK PERBESAR GAMBAR DITAMPILAN MOBILE ☆☆☆☆

Friday, February 11, 2022

Bupati Semarang Sinergikan BUMDes, Membangun Ekonomi Rakyat


Bupati Kabupaten Semarang, Ngesti Nugraha,SH membuka Rapat Koordinasi Bumdes di Kabupaten Semarang. Pada pertemuan tersebut, Bupati meminta Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) untuk lebih meningkatkan peran 
ekonomi wilayah.

PERAN yang dipertanyakan, menurut Bupati guna mendukung pertumbuhan ekonomi secara umum kepada rakyatnya. Ini menjadi arahan penting dari Bupati, pada pertemuan di restoran Cikal Gading, Tuntang. Seperti dikutip dari laman website jatengprov.go.id (10/2/2022).

BACA BERITANYA : 

Arahan kemudian ditransmisikan Bupati kepada semua barisan Bumdes, menjadi beberapa upaya ekonomi kreatif. Di antaranya bekerja sama dengan investor eksternal. Menurut Nugraha, kolaborasi itu adalah salah satu upaya dalam membantu memulihkan ekonomi rakyat di Desa.

Tidak hanya itu, Bupati Nugraha menyatakan bahwa ketika membuka peluang ini, partainya juga siap untuk mendukung atau berkolaborasi. Artinya, dengan mengumpulkan konsep investor yang akan membuka bisnis di Kabupaten Semarang.

"Potensi ekonomi bisnis yang disajikan oleh investor, salah satunya adalah mereka dapat memenuhi kebutuhan bahan baku. Kemudian Bumdes dapat berpartisipasi dalam mendukung pasokan mereka sesuai dengan potensi desa," katanya.

BACA BERITANYA :
Bumdes Diimbau Bantu Pemulihan Ekonomi Warga

Selain itu, Bupati menekankan bahwa Bumdes juga dapat bekerja sama mengundang unit bisnis usaha kecil. Agar dapat mengembangkan bisnis yang saling menguntungkan antara usaha kecil bersama Bumdes.


Strategi contoh pengembangan bersama Bumdes dijelaskan Bupati, antara lain dapat membantu usaha kecil yang berada di desa-desa wisata. Yang nantinya berkolaborasi bersama para investor dan perusahaan komersial (swasta).

Bisnis Jarkodes
Ini kemudian menurut Ketua Paguyuban Bumdes Kabupaten Semarang, Purdam Fuji, menambahkan bahwa Bumdes Kabupaten Semarang saat ini juga telah memiliki program jaringan Bumdes toko desa (Jarkodes).

Pola sosialisasi program Jarkodes dijelaskan Fuji, telah mulai diketahui jajaran manajemen Bumdes. Yang sudah memiliki bisnis produktif, terutama kebutuhan sehari-hari toko.

BACA JUGA
Resmi Dibuka, Kota Semarang Sajikan Wisata Museum Kota Lama

"Prinsipnya siap untuk melakukan kerja sama. Baik itu kolaborasi antara Bumdes dan pelaku usaha ekonomi lainnya, terutama untuk meningkatkan kualitas Bumdes saat ini agar berkembang dan lebih maju," katanya.

Sementara itu, sub-koordinator ekonomi dan masyarakat desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Kabupaten Semarang, Ari Setyorini, menjelaskan bahwa hingga tahun ini jumlah Bumdes yang dimiliki  desa di Kabupaten Semarang mencapai 190 titik.

Angka itu, didasarkan pada label pengumpulan data kualitas administrasi. Meliputi, 67 Bumdes termasuk dalam kategori dasar. Kemudian, 107 kategori tumbuh, sedang ada Bumdes di 15 kategori berkembang. Khusus untuk Bumdes di Jatirejo, lanjut Ari, masuk kategori maju.

"Sehubungan dengan Jarkodes, pada tahun lalu, program internet desa juga telah berkembang. Dalam mendukung pemasaran produk online melalui halaman" imbuh Ari. ••

No comments:

Post a Comment

Kolom komentar untuk menanggapi hal-hal yang positif

INSPIRATIF

Jelang Hari Jadi, Wali Kota Semarang Lebih Optimalkan Indeks Pembangunan Manusia

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat Apel, Rabu (2/3/2022) pagi. (Dok. Kominfo Kota Semarang/kabarku.net) Ditengah pendemi awal maret 20...

TERPOPULER